MILAN, Italia, 16 Oktober (XINHUA News) – Perdana Menteri China Li Keqiang dan mitranya dari Vietnam, Nguyen Tan Dung, setuju Kamis untuk menangani perbedaan maritim bilateral dan menjaga hubungan bilateral di jalur yang benar.

Berkat upaya dari kedua belah pihak, hubungan China-Vietnam telah keluar krisis perseteruan dan berangsur-angsur pulih, Li mengatakan dalam pertemuan yang berlangsung di sela-sela pertemuan puncak Asia-Eropa Meeting (ASEM).

Li  menyatakan harapan bahwa kedua belah pihak akan melaksanakan konsensus yang dicapai oleh para pemimpin mereka untuk mengamankan pertumbuhan yang sehat dan stabil dalam hubungan bilateral.

Dua tetangga, katanya, harus menjaga keseluruhan arah perkembangan hubungan mereka secara tepat dan mengendalikan perbedaan maritim, sehingga dapat menciptakan kondisi yang diperlukan dan menguntungkan bagi kerjasama bilateral.

Li menyarankan bahwa kedua belah pihak terus mendorong kerja sama praktis dalam maritim, darat dan sektor keuangan, dan membuat upaya bersama memajukan hubungan bilateral dan kerja sama dalam cara yang praktis dan fleksibel.

Sementara itu, Nguyen Tan Dung mengatakan negaranya berkomitmen untuk memperkuat kerjasama kemitraan strategis komprehensif dengan China.

Vietnam bersedia bekerja dengan China melaksanakan konsensus kedua belah pihak yang telah mencapai dan meningkatkan pertukaran tingkat tinggi serta saling pengertian dan kepercayaan.

Nguyen juga sepakat bahwa kedua belah pihak harus benar menangani perbedaan maritim, dan sementara itu memberikan kesempata bagi kerja sama mekanisme  bilateral untuk meningkatkan kerjasama di bidang infrastruktur, keuangan dan eksplorasi maritim.

Pertemuan ini adalah yang pertama  PM China menghadiri KTT ASEM sejak ia menjabat tahun lalu. Italia adalah perhentian terakhir dari tur tiga negara yang sedang berlangsung, yang  membawanya ke Jerman dan Rusia.