Putri Lin Biao, salah satu pendiri RRC yang kemudian dikutuk sebagai kontra-revolusioner, menyerukan “untuk lebih menghormati fakta-fakta sejarah” saat ia bergabung dengan sekitar 100 orang “generasi kedua merah” untuk memperingati kongres militer besar dan pertempuran lainnya 80 tahun yang lalu.

Lin Doudou, yang ayahnya tewas saat mencoba melarikan diri dari China pada tahun 1971, menyerukan ini sebagai panggilan sebagai anak-anak dari tokoh revolusioner berkumpul untuk menandai ulang tahun ke-85 dari Kongres Gutian di Provinsi Fujian. Saat itu di Gutian pada tahun 1929, Ketua Mao Zedong menerapkan prinsip bahwa “partai memimpin tentara”.

Peringatan di Beijing ini, terjadi sehari setelah Presiden Xi Jinping melaksanakan pertemuan dua hari di Beijing dengan para pemimpin militer di mana Xi menegaskan kembali aturan bahwa “partai mengontrol senjata”. Para jendral ternama Tentara Pembebasan Rakyat juga berjanji kesetiaan kepada Xi dan Partai Komunis China.

Banyak dari orang-orang dalam pertemuan di Beijing berasal dari keluarga militer, termasuk Luo Dongjin, putra pendiri Tentara Pembebasan Rakyat Jendral Luo Ronghuan dan Su Rongsheng, putra komandan veteran Su Yu. Demikian dilaporkan kantor berita Xinhua.

Selengkapnya: http://www.scmp.com/news/china/article/1633805/traitor-lin-biaos-daughter-lin-doudou-calls-respect-historical-truth?utm_source=The+Sinocism+China+Newsletter&utm_campaign=9eb29efdd6-Sinocism11_07_1411_7_2014&utm_medium=email&utm_term=0_171f237867-9eb29efdd6-3627837&mc_cid=9eb29efdd6&mc_eid=654fcbfcc5