Taipei, 4 November (CNA)

Presiden Ma Ying-jeou menegaskan Taiwan menolak model penyatuan “satu negara, dua sistem” model penyatuan yang diusulkan oleh Beijing. Demikian siaran pers yang dikeluarkan hari Selasa (4/11) oleh Kantor Kepresidenan.

Selama pertemuan dengan delegasi media asing, Presiden Ma mengatakan bahwa ketika Beijing pertama kali memperkenalkan ide ini pada tahun 1982, Presiden Chiang Ching-kuosecara tegas menyatakan gagasan ini  tidak dapat diterima  Taiwan.

Sebaliknya, Chiang mengusulkan agar kedua sisi Selat Taiwan bersama-sama memikirkan cara “sistem yang baik” tentang kebebasan, demokrasi dan pemerataan kekayaan, Ma mengatakan kepada para wartawan asing.

“Sikap tersebut tetap tidak berubah,” katanya, menambahkan bahwa Taiwan berbeda dari Hongkong dan tidak akan menjadi “Hongkong kedua.”

Taiwan mendukung upaya demokrasi Hongkong tetapi menentang penggunaan kekerasan untuk mencapai tujuan tersebut, kata Presiden Ma

Selengkapnya: http://focustaiwan.tw/news/acs/201411040021.aspx